Friday, May 29, 2009

Say no to neo liberalisme : Neo riberalisme = Neo Imperealisme = Neo Kolonilisme

Bahasa ini mungkin masih begitu sulit untuk dimengerti karena hebatnya system ini bekerja sehingga kita tidak sadar bahwa kita (Indonesia) sebenarnya sedang dijajah oleh bangsa asing dan memanfaatkan kaki tangan / antek / begundalnya yang ada di Indonesia.
Saya sendiri bukanlah seorang ekonom, namun dari beberapa kali interaksi dengan dunia aktifis gerakan anti neolib, saya memiliki sudut pandang yang berbeda untuk menterjemahkannya.

Neo Liberalisme = Neo Imperialisme = Neo Kolonialisme = Penajajahan Gaya Baru.

Neo Liberalisme adalah konsep liberal yang sudah terbukti membuat siklus atau putaran ekonomi dunia selalu menguntungkan Negara maju. Sebuah system ekonomi di mana Negara maju dan kuat bisa mendapat keuntungan sebesar-besarnya dari Negara lemah dan miskin. Contohnya Indonesia

Negara yang bukan pengikut neo liberalisme justru bisa selamat dari Misalnya Cina, Iran, atau yang terbaru adalah Bolivia yang presidennya “Evo Morales” menolak neo liberalisme.

Siapa yang membuat konsepnya?

Tentu dalam hal ini adalah para penjajah. Dalam era sekarang adalah Washington Consensus.

Bagaimana mungkin konsep itu berjalan tanpa kita merasa bahwa kita (bangsa Indonesia) dalam kondisi terjajah.

Itulah hebatnya system neo liberalisme ini. Di mana untuk menjajah bangsa lain, dibutuhkan cara yang lebih baik dan cerdas agar orang-orang dinegeri terjajah tidak merasa terjajah.

Mengapa banyak orang “berpendidikan” tidak mengetahuinya?
Mudah sekali, dengan memberi beasisiwa orang pintar dari Indonesia, lalu disekolah di negara penjajah (AS dan sekutunya) dan mendoktrin orang-orang pintar itu, tentang betapa baiknya konsep neo liberalisme. Tentu saja bukan namanya, tetapi sistem yang terkandung di dalamnya.
Sehingga, sangat mudah kita temukan para ekonom Indonesia memiliki pola pikir atau paradigma neo liberal. Tidak mampu bersikap kritis bahwa konsep neo liberal telah menimbulkan ketimpangan ekonomu negara maju dan negara miskin.
Mereka kembali ke Indonesia dengan gelar tinggi, menjadi tenaga pengajar atau konsultan dengan gaji tinggi, sehingga tidak menyadari makna ketidakadilan dan penjajahan.
Orang-orang pro neoliberalisme tentu banyak yang tidak sadar bahwa otak dan hati mereka sudah dipenuhi paham-paham neoliberalisme.

Uraian di bawah ini, semoga menambah wacana kita tentang neo liberalisme. Dan saya berharap ada respon balik dari sahabat semua.

  • Neo liberalisme dianggap dari tindak lanjut imperialisme (penjajahan) atau biasa disebut neo imperialisme. Hal ini disebabkan karena penjajahan dengan model peperangan dan memakai senjata sudah tidak dapat lagi diterima, dan akan mudah menimbulkan perlawanan dari negeri terjajah. Sehingga diperlukan konsep lain agar, penjajah tetap bisa menguasai dan mengendalikan ekonomi di Negara lemah. Bahasa sederhananya adalah kalau dulu penjajahan memakai senjata, namun sekarang memakai cara dan instrument yang tidak tampak dan halus, misalnya Washington Consensus . Prinsipnya adalah bagaimana Negara maju dan kaya membuat cara agar tetap mendapat keuntungan yang lebih banyak dari perkembangan Negara miskin (Negara berkembang).
  • Inti dari penjajahan tetap pada penguasaan ekonomi, di mana negeri yang terjajah memberikan keuntungan sebesar-besar kepada Negara penjajah. Caranya tidak lagi dengan membayar upeti/pajak seperti masa lalu. Tetapi memakai instrument lain seperti hutang (bunga hutang yang harus dibayar) atau liberalisasi perdagangan. Di mana Negara miskin dan berkembang sudah pasti akan kalah dalam persaingan, sehingga hanya menjadi negara konsumen. Rakyat di negara miskin atau berkembang bekerja keras untuk mendapatkan uang agar bisa membeli produk-produk yang ditawarkan oleh Negara penjajah. Dan tentu saja, produk dari Negara penjajah lebih bagus dan lebih canggih, sehingga lebih menarik rakyat di negeri terjajah untuk membelinya. Sehingga ekonomi Negara miskin dan berkembang tetap mengalir dari Negara miskin dan berkembang ke Negara penjajah yang kaya dan maju. Atau rakyat di Negara terjajah bekerja keras untuk memberi keuntungan pada Negara Penjajah.
  • Kelompok Negara penjajah adalah Amerika Serikat sebagai komandonya beserta sekutu-sekutunya misalnya Inggris, Jepang, Jerman, Itali dan lain-lain. Termasuk Israel (menguasai 65% ekonomi Amerika). Atau terkenal dengan sebutan kelompok G7. Yang sekarang sudah mulai berubah menjadi G 8, G 9 dan seterusnya. Negara-negara itulah yang mengendalikan ekonomi dunia.
  • Yang bisa kita lihat secara langsung adalah bagaimana rakyat Indoensia bekerja keras untuk mampu membeli produk-produk buatan mereka, mulai mobil, HP, TV, Kulkas dan berbagai perabot lainnya. Mereka diwakili oleh perusahaan-perusahaan mulnasional (mulitinational corporation). Bukannya orang Indonesia tidak mampu membuat mobil, HP atau komputer tetapi karena konspirasi Multi National Corporation pasti akan segera menghansurkannya, membuat perusahaan dalam negeri akan dibuat bangkrut dan hancur. Dan tentu ada beberapa perusahaan dalam negeri yang “dibiarkan hidup” untuk mengelabuhi agenda mereka.
  • Cina merupakan salah satu negara yang berani melawan Neo Liberalisme, dan membuka pasar mareka di saat mereka memang benar-benar siap (membuat proteksionisme yang cerdas). Sehingga sekarang ini mampu menjadi ancaman kelompok negara terjajah. Dan tentu saja, Cina terus diloby agar bergabung dengan kelompok penjajah.
  • Ciri khas lain dari negara terjajah (seperti Indonesia) adalah perdagangan ekspor yang bisa dilakukan kebanyakan berupa bahan baku mentah atau bahan dasar. Yang setelah sampai di negara penjajah akan diolah kembali menjadi produk yang lebih berguna, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka dan untuk dijual lagi di negeri terjajah. Misalnya biji besi dari Indonesia diambil oleh jepang dan dijual lagi ke Indonesia berupa mobil dan produk kebutuhan lainnya. Yang tentu saja harganya menjadi berkali lipat lebih tinggi.
  • Atau negeri terjajah diberi kesempatan untuk ekspor ke negeri penjajah agar merasa senang. Misalnya mobil yang dirakit (bukan diproduksi tetapi hanya “merakit”) di Indonesia lalu diekspor. Untuk menunjukkan bahwa mereka adalah “orang baik” atau “negara baik”. Padahal keuntungan terbesar tetap diperoleh perusahaan Muli Nasional tersebut yang dimiliki oleh negara-negara maju dan kuat.
  • Negara penjajah tidak akan membiarkan negeri terjajah menjadi maju dan cerdas, karena pasti akan menyainyi mereka. Kalaupun ada orang pandai dari negara terjajah, maka mereka akan segera melakukan 2 hal. Diracuni atau di cuci otak, kalau tidak mempan disingkirkan (tentu dengan cara halus). Para penajajah akan berjuang keras agar negeri terjajah tetap terbelakang.
  • Di negara terjajah seperti Indonesia, selalu ada antek-antek atau agen atau kaki tangan yang mendukung penjajah. Sama dengan jaman perang kemerdekaan dulu, ada antek-antek yang selalu membela kepentingan penjajah. Antek-antek itu kalau jaman belanda dulu biasanya adalah, raja-raja dan keluarga bangsawan yang tidak peduli pada nasib rakyat dan tidak peduli pada ketidakadilan. Mereka akan selalu mengkampanyekan betapa baiknya Belanda dan menyuarakan pendapat bahwa Indonesia lebih baik Indonesia tetap berada di bawah Belanda. “Toh, kehidupan rakyat Indonesia baik-baik saja”. Begitu juga saat ini ada antek-antek yang selalu mendukung liberalisme akan selalu bilang betapa baiknya Amerika, Inggris, Jerman, Jepang dan lain-lain yang jelas-jelas merugikan rakyat, bangsa dan Negara Indonesia. Mengapa begitu? Karena antek-antek ini kebanyakan telah mendapatkan keuntungan besar dengan cara menjadi antek. Mereka menjadi pejabat-pejabat publik, pimpinan militer, perusahaan, atau kalau perlu presiden. Sehingga mereka sangat takut kehilangan segala kemewahan, jabatan atau status lainnya yang telah mereka dapatkan. Merekalah orang-orang pro status quo, yang takut harta dan tahtanya akan hilang. Mereka akan berjuang mati-matian agar tidak terjadi perubahan, yang bisa membahayakan kedudukan dan harta mereka.
  • Antek-antek atau Begundal atau orang pro status quo akan selalu bekerja sama untuk saling mengelabuhi dan membodohi rakyat. Bahkan, mereka bisa menjual bangsanya sendiri dan membiarkan kesengsaraan rakyat sementara mereka hidup ditengah kemewahan. Kalau mereka memang bukan antek penjajah, coba mereka suruh bilang bahwa “saya tidak takut dengan amerika” atau suruh mereka mngkritik amerika yang suka membunuhi rakyat Negara lain misalnya Irak, Afganistas, Palestina, Vietnam dan lain-lain. Seorang antek atau begundal tentu tidak akan berani menentang tuannya yaitu Amerika. Karena, pasti mereka akan segera kehilangan tahta dan harta yang mereka miliki.
  • Negara-negara penjajah seperti Amerika dan sekutunya, memiliki jaringan intelejen yang sangat hebat diseluruh dunia. Yang negitu punya kepentingan akan sanggup menaikkan seseorang menjadi presiden atau menggulingkan seseorang dari tahtanya. Kecuali beberapa negara yang memiliki kekuatan solid atau persatuan dan kesatuan diantara rakyatnya, sehingga tidak bisa ditembus dengan cara intelejen. Misalnya Cina dan Iran. Atau kalau perlu mereka menggunakan kekuatan bersenjata seperti di Afganistan dan Irak, karena cara-cara intelejen tidak mempan. Tujuannya jelas, menguasai sumber-sumber minyak di Irak dan Afganistan. Isu terorisme hanyalah bualan amerika dan sekutunya. WTC ambruk pun bukan karena osama, karena mereka sendirilah yang mengebomnya, agar ada alasan untuk menyerang afganistan. Coba lihat, pernahkah PBB mengeluarkan data resmi tentang berapa rakyat Irak dan Afganistan yang terbunuh akibat invasi Amerika dan sekutunya? Tentu tidak ada, karena PBB adalah bagian dari alat penjajahan.
  • Program-program bantuan ke rakyat seperti BLT bukanlah tanda ekonomi kerakyatan. Justru pembagian BLT adalah salah satu tanda-tanda neo liberalisme. Di mana ketika terjadi perubahan yang mendadak akibat krisis kapita, maka Negara harus mengeluarkan bantuan, dengan tujuan : pertama, rakyat tidak mengamuk kepada pemerintahnya, kedua, agar rakyat tetap bisa membeli produk buatan penajajah, ketiga, agar rakyat menganggap bahwa pemerintahnya baik. Bukan bantuan yang bisa memandirikan atau memajukan rakyat, karena akan membahayakan penajajah.
Tentu masih ada catatan-catatan lain yang menunjukkan bahwa Indonesia dalam kondisi terjajah. Dan semoga ada teman-teman lain yang melengkapinya, atau nanti akan disambung lagi

Tentu HANYA ADA SATU KATA : Tolak Neoliberalisme, Tolak PENJAJAHAN GAYA BARU.
Rebut Kembali KEDAULATAN EKONOMI Indonesia!!!

Indonesia bisa menjadi lebih maju dan kuat daripada Amerika, Jepang, Inggris atau Jerman kalau mau bersatu padu melawan penjajahan (neo liberalisme), dan merebut sumber-sumber kekayaan alam Indonesia yang telah dikuasai PENJAJAH dan kaki tanggannya.

Referensi : Blog sisi lain

No comments:

PUSTAKA KITA

> MISRIADI BLOG
> OKEZONE
> GAME ONLINE FULLY
> DETIK
> BLOG TARGET
> VIVA NEWS
> DESIGN BLOG
> BIRU BLOG
> LOGO BLOG
> BLOG BASIS BAHASA
> HTML BLOG
> SENIOR BLOG PANUTAN
free counters



website design