Jelas kabar ini belum di ketahui secara pasti, karena isu ini beredar melalui Instant Messanger.
Dalam pesan yang diterima, Minggu (18/7) dini hari yang mulai beredar luas tersebut dikatakan bahwa para otak pelaku bom di BEJ, Bali 1-2 , JW Marriot 1-2, dan Ritz Carlton serta sejumlah ledakan bom di tempat lainnya adalah permainan intelijen pemerintah Malaysia yang secara sengaja dikirimkan ke Indonesia untuk menghancurkan negara RI dan menjatuhkan citra keamanan di Indonesia buruk.
Dalam aksinya kinerja para intelijen tersebut membuat sebuah jaringan yang dalam merekrut para anggotanya di Indonesia menggunakan kata JIHAD.
Soal tuduhan intelijen Malaysia tersebut cukup berlandaskan, bukti jika di telaah, Noordin M Top dan Dr. Azahari adalah warga asal Malaysia yang menjadi otak pelaku pemboman di Indonesia serta Zulkifli yang menjadi pembantu keduanya.
Dan dalam pesan Instant Messanger itu ketiga orang teroris tersebut merupakan intelijen Malaysia yang dekat dengan salah satu raja negara bagian.

