Thursday, December 17, 2009

Rapat Internal Penonaktifan Sejumlah Pejabat Tinggi

Jakarta (Kamis,17/12) - Rapat Internal penon-aktifan sejumlah pejabat tinggi sudah diputuskan. Rapat tersebut melakukan lobi selama kurang lebih setengah jam dan semua fraksi sudah menyetujuinya tanpa kesulitan dalam pemutusan.

Dalam Rapat Internal tersebut, melakukan rumusan konsep-konsep yang dibutuhkan pada saat penyelidikan nanti. Selain itu Idrus Marham (Ketua Pansus) mengatakan, saksi-saksi yang terlibat yang disebutkan oleh BPK, agar mereka sadar diri untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Selain itu dalam rapat internal ini juga menentukan saksi-saksi mana saja yang bisa aktif, dan saksi mana pula yang perlu non-aktif.

Penonaktifan sejumlah pejabat tinggi dilakukan agar tidak terganggu proses penyelidikan dan tugas negara. Selain itu, agar pekerjaan Pansus dapat lebih optimal.

Angket Century ini akan diupayakan sesuai dengan harapan semua orang. Karena memang angket ini berbeda dengan angket sebelumnya. Angket Century didukung oleh 500 anggota, 9 fraksi, serta mendapat perhatian publik.

Disebutkan oleh salah seorang anggota Pansus, "yang jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Budiono dan Menkue Srimulyani, pasti akan dipanggil.

Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi

Read more...

Perempuan Tewas Disambar Petir di Dalam Rumah

Berebes (Jawa Barat)- Kalau sudah ajal menjemput, dimana pun tak bisa mengelak. Inilah yang mungkin terjadi pada perempuan yang baru menikah 2 bulan, Heni (20 tahun).

Kematian Heni ini disebabkan karena sambaran petir ketika sedang memegang antena televisi di dalam rumahnya. Saat itu, Heni tengah berkumpul bersama kelurganya.

Ketika informasi ini ditulis Kamin, 17/12 pukul 10.00 malam, jenazah Heni sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Memang dari Laporan BMG, menyebutkan bahwa sebagian tanah air kita akan diguyur hujan lebat, petir, gelombang tinggi, badai Lorenz dan angin puting beliung. Oleh karena itu, mungkin harus diwaspadai lokasi-lokasi yang memungkinkan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebagai tindakan waspada, bisa menghindari pohon ketika berteduh,berada di lapangan ketika petir, alat elektrik yang memungkinkan kilat dan arus listrik, gelombang laut yang tinggi,longsor, ataupun kondisi-kondisi yang bahaya akibat cuaca. Mohon diwaspadai.

Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi

Read more...

Wednesday, December 16, 2009

Indonesia Duduki 3 Besar di Seagames Laos Hari Ini

Laos (Internasional) – Kamis (17/12) hari ini Indonesia berhasil menduduki urutan ke-3 di Sea Games Laos. Keberhasilan Indonesia hari ini naik dari 5 besar menjadi 3 besar yang sebelumnya berada di bawah Negara Malaysia dan Singapura.

Hingga saat ini, Indonesia sudah berahasil mengantongi 32 medali emas yang menyamai jumlah medali emas Negara Singapura. Sedangkan Malaysia yang sebelumnya berada di atas Indonesia hanya mampu mengantongi 27 medali emas.

Hari ini ada 4 emas dan 3 perak yang sudah pasti diraih Indonesia. Kepastian ini karena Indonesia memasuki babak “All Indonesia Final” kata Rita Subowo (Koni Pusat). Itu berarti Pemain Indonesia melawan pemain Indonesia lainnya. Yang sudah dipastikan bahwa Indonesia pasti mengantongi medali permainan tersebut.

Hari ini Indonesia menarget ada 6 atau 7 medali emas. Karena peluang beberapa cabang olah raga dimungkin Indonesia mampu untuk mencapainya. Hal ini memang memungkinkan karena ada beberapa cabang olahraga yang masih dan akan dipertandingkan, seperti Simon dan Soni (all Indonesia final), tunggal putrid (ayu dan Kevin), serta tim swimming (all indonesia final). Selain itu, Indonesia juga memungkinkan untuk meraih dari cabang panah, pencak silat, dan takraw.

Kedudukan Indonesia di deretan 3, juga masih diwanti-wanti disebabkan emas Indonesia sama dengan Negara Singapura. Yang mengantarkan Indonesia di atas Singapura karena keberhasilan tim negara merah putih berhasil mengantongi medali perak yang lebih banyak daripada Singapura.

Selain itu yang perlu diwaspadai adalah persaingan Negara Malaysia dan Filipina yang memungkinkan mengungguli Indonesia. Karena kedua Negara ini masih akan mengikuti babak final di beberapa cabang olah raga yang menjadi unggulan Negara tersebut, diantaranya pencak silat, takraw, dan beberapa cabang lain yang berhasil masuk final.

Sedangkan untuk mencapai jajaran ke-2 atau ke-1 Indonesia mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan Negara Thailand dan Vietanam yang menempati urutan tersebut jauh meninggalkan Indonesia yang berhasil mengantongi 40-an medali emas, sedangkan Indonesia baru 32 emas.

Hari ini Indonesia masih mengikuti 42 pertandingan dari 69 pertandingan yang diadakan hari ini. Sedangkan takraw akan dilakukan esok hari.

Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi
Read more...

Kembar Siam di RSUD Probolinggo Meninggal

Probolinggo (Jatim) - Kamis 17/12 Bayi kembar siam yang dirawat di RSUD Probolinggo meninggal dunia di hari ke tiga. Bayi kembar siam ini mengalami gangguan yang sangat kompleks, yaitu adanya kelainan pada jantung yang tidak normal, fisik dan pernapasan.


dr. Endah Ciptaningsih, spesialis RSUD Probolinggo mengatakan pada Elsinta, penyebab meninggalnya, karena bayi ini memiliki kondisi yang sangat kompleks diantaranya, adanya kelainan di selaput organ perut yang tidak menutup rapat, kelainan jantung, dan juga terjadi penurunan pernapasan yang semakin memburuk.


Sedangkan, keluarga dari kembar siam merasa pasrah sejak hari pertama. Hal ini memang sudah diinformasikan pihak rumah sakit, bahwa kembar siam yang dialami kedua bayi tersebut dikategorikan “non-survival”.


Selama masa perawatan, RSUD Probolinggo terus melakukan koordinasi kepada rumah sakit yang biasa menangani bayi kembar siam di Surabaya.



Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi


Read more...

Kantin Universitas Surabaya Hancur Akibat Ledakan Elpiji

Surabaya (Jawa Timur) - Terjadi ledakan Rabu (16/12) dini hari di lokasi sekitar Universitas Surabaya (Ubaya). Akibat ledakan mengakibatkan hancurnya kantin dari Fakultas Psikologi Ubaya, serta 6 stan juga ikut hancur beserta gedung yang berada di lokasi sekitar ledakan tersebut.

Sementara, disebutkan bahwa ledakan tersebut terjadi akibat ledakan elpiji yang berada di salah satu stan. Namun, untuk memastikan kejadian di TKP, maka tetap dilakukan penyelidikan, kata Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur Ajun Komisaris Hartoyo.

Selain itu, akibat ledakan yang terjadi pukul 23.50 dini hari ini juga menyebabkan beberapa kaca pada gedung PB yang terdiri 2 lantai juga ikut pecah. Sedangkan gedung yang berada tepat di depan kantin tampak luluh lantak akibat ledakan.

Menurut Sulistyawati, kerugian akibat ledakan akan ditanggung oleh pihak kampus. Hal ini disebabkan, ledakan yang terjadi di Kantin tersebut bukan unsur kesengajaan.

Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi, gambar diambil dari media indonesia.

Read more...

Sunday, December 13, 2009

Menghitung Hukum Maling 6,7 Trilyun

Masalah negeri ini memang tidak pernah tuntas. Tanah air ini memang tak luput dari permasalahan, memang sudah biasa di setiap Negara punya masalah. Yang menjadi terheran-heran negeri Indonesia bukan soal masalahnya, tapi mengenai permasalahan yang terjadi itu tak pernah terselesaikan, alias tak pernah berakhir dengan “Happy Ending”.

Semua permasalahan yang terjadi memang tidak pernah mempunyai akhir. Semua permasalahan itu adalah jalan yang tak berujung, dan hingga menghilang tak bertitik di kasat mata. Semua permasalahan yang terjadi hanya selesai dengan ditiban dengan permasalahan baru yang lebih besar. Konspirasi saat ini, akan berkahir ketika datang konspirasi yang lebih besar, bukan hilang karena solusi dan penyelesaian.

Begitu banyak dan rata-rata semua kasus di Indonesia tak pernah berakhir seperti yang diharapkan rakyat. Menilik kejadian yang berlalu, masalah BLBI, hilang ketika dana itu berputar di luar negeri dan tak bisa kembali, masalah Buaya dan Cicak hilang karena rekaman anggodo, masalah anggodo hilang ketika muncul masalah dana kucuran 6,7 trilyun, masalah 6,7T hilang ketika muncul masalah politik terbuka ical-srimulyani, masalah politik terbuka hilang ketika saling lapor, dan begitu seterusnya berturut-turut mengalahkan masalah lama dengan munculnya masalah yang lebih besar. Miris, bimbang, khawatir, ketika negeri ini tak pernah ada akhir dan penyelesaian yang memuaskan. Semua masalah hanya selesai ketika masalah yang baru jauh lebih besar daripada masalah sebelumnya. Itulah yang terjadi di Indonesia, semua permasalahan yang terjadi “Never Happy Ending”.

Begitu mudahnya hukum di Indonesia dipermainkan, terutama bagi yang punya banyak duit. Semua bisa dibelikan, termasuk hukum. Lihat saja kasus demi kasus, sebenarnya bukan tidak mampu menyelesaikan, tapi tidak ada tekat untuk menyelesaikan. Semua pada kenyang, dan semua pada diam, bagai “ tikus yang jatuh di gunungan beras”. Tak mencicit bunyinya, takut ketauan, tapi merasa kenyang dapat makanan, sungguh memalukan cuma sama dengan seekor tikus yang menjijikkan.

Ketika keadilan itu tak pernah ada, sudah tiba saatnya rakyat membuat pengadilan sendiri. Ini semua terjadi karena tidak adanya kepercayaan lagi kepada penegak hukum. Kapan ini semua berakhir, kita tak pernah tau karena memang negeri ini tak pernah berakhir dalam menghadapi permasalahan.

Lihat saja kasus Prita Mulyasari. Ketika beliau melakukan curhat apa yang benar-benar dialaminya, justru tersungkur di bui. Memang bukan masalah kurungan 3 bulannya, tapi masalah moral hati ketika dia dicap sebagai narapidana. Cap itu tak semua bisa menerima, tapi itulah rakyat kecil hanya bisa menerima dengan kepasrahan. Karena memang rakyat kecil tak berhak mendapatkan hukum dan keadilan di negeri ini.

Lihat lagi masalah nenek minah yang tua rentan. Karena memetik 2 daun tembakau yang bernilai Rp 2 ribu, beliau dikenai hukuman 1,5 bulan. Padahal ini semua dilakukan nenek minah untuk bibit tanaman, dan tentunya tidaklah merusak tanaman yang ada. Tapi itu terjadi karena dilaporkan oleh orang yang punya banyak duit.

Apakah pernah ada rakyat miskin di negeri ini memenangi kasus di pengadilan, itu mustahil. Yang menang di pengadilan semuanya orang yang banyak duit, yang punya jabatan, yang punya segalanya. Memang kemiskinan adalah masalah krusial di negeri ini. Maka dari itu rakyat miskin sudah seharusnya berpangku untuk menumpas kemiskinan itu. Karena selamanya negeri ini akan menjadi negeri mainan orang berduit, selagi kebodohan dan kemiskinan masih merata di negeri ini.

Tak ada keadilan di negeri ini. Tapi kita sebagai rakyat jelata, sudah mulai bangkit dengan adanya hukum pengadilan rakyat sendiri. Ini bisa dilihat pada kasus prita, ketika dihadapi oleh rakyat, barulah hukum rakyat jelata itu bisa mendapat kabar gembira, kalau tidak ada gerakan dukung prita, maka prita siap menjadi makanan bagi OMNIvora.

Hukuman di negeri ini memang tak pernah seimbang, dan selalu berat sebelah. Sungguh berbeda sekali dari symbol pengadilan yang digambarkan sebuah timbangan dan tutup mata patung pengadilan. Apa kita harus membuka tutup mata patung itu, biar bisa melihat jelas apa yang terjadi sekarang ini.

Rakyat kecil cukup gampang diadili, senantiasa yang banyak duit sulit. Kasus nenek minah dan kasus Century kita lihat, ketika keadilan itu tak seimbang maka rakyat pun marah, maka sudah seharusnya pengadilan rakyat memberi keputusan karena kita sudah muak.

Kita hitung-hitung saja seberapa besar yang harus diberikan hukuman kepada maling 6,7 trilyun dengan perbandingan kasus nenek minah. Kenapa dibandingkan, karena memang hukum itu harus ditegakkan, harus seimbang, tak beda antara si miskin dan si kaya. Kita tuntut itu, karena jangan sampai beda hukumannya.

Berikut adalah hitungan yang pantas mereka terima yang memalingkan uang rakyat. Uang yang seharusnya menuntaskan kemiskinan di negeri ini.

Nenek Minah (miskin): Rp 2 ribu rupiah = 1,5 bulan

Maling negara (kaya) : Rp 6,7 trilyun = 5.025.000.000 bulan = 418.750.000 tahun= 4.187.500 abad.

Kalau sudah hitungannya berabad, maka mati dalam bui adalah yang tepat (alias hukuman mati).

Itulah hukuman yang harus dilakukan pengadilan, kalau memang benar-benar keadilan ditegakkan. Jangan bedakan antara si kaya dan si miskin. Karena pengadilan itu harus sama, tak ada tebang pilih, tak terkecuali rakyat miskin.

Tapi sayang, itu semua hitungan saja. Saat ini jangankan hukuman yang diterima maling itu. Tapi masalah siapa yang memalingkan pun tidak pernah jelas dan tidak pernah tuntas. Karena mereka bekerja hanya untuk duit, untuk politik, untuk popularitas, dan untuk segala-galanya yang menguntungkan. Mereka bekerja bukan untuk panggilan suara hati, bukan untuk amanah rakyat, bukan untuk agama, dan bukan untuk Negara. Tapi mereka adalah bagian dari penghacur dan pengkhianat Negara.

Semoga masih ada sebagian orang-orang disana yang bekerja dengan suara hati dan takut akan Tuhan. Karena sudah pasti, suatu saat nanti ada pengadilan yang tak dapat dibantahkan, yaitu pengadilan Tuhan. Semua apa yang terjadi ditimbang dengan seadil-adilnya. Maka hukuman neraka jahanam yang kekalpun sudah menanti. Karena mereka sudah berani mempermainkan hukum Allah, sudah berani bermain bersumpah di Kitab suci, dan bahkan ada yang berani sebagai murtad. Tapi ingat, neraka jahanam sedang menunggu jika itu pembohongan.

Ditulis Oleh : Misriadi Mahdi

Read more...

PUSTAKA KITA

> MISRIADI BLOG
> OKEZONE
> GAME ONLINE FULLY
> DETIK
> BLOG TARGET
> VIVA NEWS
> DESIGN BLOG
> BIRU BLOG
> LOGO BLOG
> BLOG BASIS BAHASA
> HTML BLOG
> SENIOR BLOG PANUTAN
free counters



website design