Saturday, May 30, 2009

Akhirnya SBY Menyalami Mega

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya bersalaman dengan mantan Presiden Megawati Sukarnoputri. Yudhoyono yang berinisiatif menyalami Megawati. Momentum langka itu terjadi saat keduanya bertemu di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Sabtu (30/5). Hampir lima tahun kedua tokoh itu tidak saling bertegur sapa, bahkan juga tidak saling bertemu.

Yudhoyono mengklaim beberapa kali mencoba menemui Megawati. Namun, usaha itu tidak bergayung sambut. Rupanya, hari yang ditunggu-tunggu itu terjadi di KPU. Hari ini KPU memanggil tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ke Kantor KPU.

Ketiganya akan ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga pada pemilu presiden 8 Juli mendatang. Pembacaan penetapan dilakukan oleh anggota KPU Syamsul Bahri. Setelah ditetapkan, ketiganya akan mengambil nomor urut melalui undian.

Pasangan pertama yang datang adalah calon presiden dan calon wakil presiden Partai Demokrat dan mitra koalisinya, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Kemudian disusul oleh duet Jusuf Kalla-Wiranto yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura. Pasangan terakhir adalah Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.(DOR)

Referensi : Metro Tv
Read more...

Sby Lancarkan Simpati, Seolah2 Selalu Tertindas

Semarak promosi Capres 2009 semakin memanas. Berbagai strategi mulai dilancarkan oleh para capres 2009. Isu kegagalan pemerintahan yang sedang berjalan menjadi ladang manis arena promosi para capres. Dua orang capres yang akhir-akhir ini tercatat paling aktif dalam kegiatan mengkritik pemerintahan adalah Megawati dan Rizal Ramli. Analisa tentang sosok Megawati yang akhir-akhir ini terkenal dengan slogan “yoyo dan gasing” telah dikupas oleh rekan Atur Toto Sulistyanto di KabarIndonesia edisi 7 Feb. 2009. Sehingga sebagai sesama Pewarta KabarIndonesia pada artikel kali ini saya mencoba mengkaji sosok Rizal Ramli sebagai tokoh yang sering memberikan kritik tajam terhadap pemerintah . Dengan bernaung di bawah bendera KBI Rizal Ramli mulai merintis jalan menuju jabatan Presiden RI periode 2009-2014. Di dunia pemerintahan nama Rizal Ramli bukanlah suatu nama yang baru. Beberapa kali Rizal Ramli menduduki posisi strategis di dalamnya.

Gaya kepemimpinan yang kuat dan tegas, keberanian mengambil keputusan untuk persoalan yang pelik, dan kemampuan memecahkan masalah yang ditunjukkan selama memimpin Bulog, dilanjutkan Rizal Ramli ketika menempati pos Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Tugas dan tanggung jawabnya kian berat, karena problem yang dihadapi lebih kompleks, yaitu membangkitkan ekonomi Indonesia yang hancur akibat krisis ekonomi yang mendera sejak tahun 1997/1998.

Rizal Ramli bukan cuma piawai menjalankan langkah terobosan dalam memecahkan problem ekonomi, dia juga memiliki kemampuan diplomasi yang mumpuni di forum internasional. Ketika memimpin delegasi RI pada CGI Meeting di Tokyo 17-18 Oktober 2000, misalnya. Dia berhasil meyakinkan negara kreditor untuk memberi pinjaman sebesar US$5,3 miliar. Jumlah itu terdiri atas US$4,8 miliar pinjaman lunak dan grant & technical assistance senilai US$530 juta. Nilai hibah (grant) tersebut merupakan nilai tertinggi selama hubungan Indonesia dengan CGI. Padahal, saat itu Indonesia tengah mendapat sorotan tajam dunia internasional terhadap kasus Atambua. Di dalam negeri, banyak yang meragukan kemampuan Rizal Ramli karena tidak menyertakan Widjojo Nitisastro yang dimitoskan memiliki jaringan dan pengaruh sangat besar di kalangan negara kreditor. Tentu saja Rizal Ramli tidak mau menyertakan Widjojo karena merupakan “kepala suku” Mafia Berkeley yang selama belasan tahun menjadi sasaran kritiknya.

Dari data di atas dapat kita simpulkan sosok figur Rizal Ramli memiliki modal yang cukup untuk menjadi capres 2009. Latar belakang pendidikan serta pengalamannya duduk di pemerintahan menjadikan Rizal Ramli sebagai capres 2009 yang layak di perhitungkan.

Sebagai sosok manusia Rizal Ramli juga memliki celah kelemahan, dan hal ini dapat menjadi duri penghalang dalam perjuangannya menuju kursi Presiden RI.

Di samping kemampuan akademis, tingkat pengendalian emosi dan arogansi menjadi titik penilaian publik dalam menentukan seorang Calon Presiden periode 2009-2014. Dalam sisi inilah Penulis mencoba mengkaji figur Rizal Ramli sebagai Capres 2009.

Strategi yang digunakan oleh Rizal Ramli untuk meraih simpati publik menggunakan 2 sistim:

Pertama : Membangun opini publik seolah-olah dirinya berada dalam pihak tertindas.

Kedua : Membuat kritik keras untuk pemerintahan SBY.

Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi JTV, dengan bangganya Rizal Ramli menyebut dirinya sebagai pihak yang tertindas. Khususnya oleh Presiden SBY. Lebih jauh dia mengatakan bahwa apa yang menimpa dirinya sama seperti yang dialami SBY saat pertama kali mendeklarasikan diri sebagai Capres. Kala itu SBY ditindas serta dilecehkan oleh Megawati selaku Presiden RI, tapi pada akhirnya SBY justru terpilih sebagai Presiden RI mengalahkan Megawati. Hal yang sama juga akan terjadi pada dirinya. Demikian Rizal Ramli mengungkapkan saat wawancara dengan JTV.

Menanggapi masalah ini penulis membuat sebuah analisa sebagai berikut:

Posisi Rizal Ramli saat ini berbeda dengan posisi SBY saat mendeklarasikan diri sebagai Capres. Dengan tegas Megawati menyebut dia sebagai Jenderal yang kekanak-kanakan. Atas kondisi ini beberapa kalangan menganggap SBY sebagai pihak yang tertindas. Dan layak untuk mendapat dukungan. Jadi jelas bahwa pihak ke 3 yang menyebut SBY sebagai pihak tertindas. Sedang SBY tidak pernah berteriak bahwa dia dalam posisi tertindas. SBY tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang bersifat pembalasan dan arogansi atas perkataan Megawati. Berbeda dengan apa yang dilakukan ole Rizal Ramli pada saat ini. Hampir disetiap kesempatan dia selalu berteriak menyebut dirinya sebagai orang yang tertindas, dengan harapan orang akan menaruh iba dan memberikan dukungan terhadap dirinya. Suatu kondisi yang sangat berlawanan dengan apa yang dialami ole SBY.

Sikap Rizal Ramli dalam menghadapi panggilan Mabes Polri atas dugaan keterlibatannya dalam kasus demo harga BBM semakin menunjukkan kekerdilan jiwanya. Dengan penuh kegemparan dan arogansi dia menyebut Presiden SBY sebagai pihak yang merekayasa pemanggilan dirinya. Suatu sikap yang sangat jauh dari karakter seorang Intelektual. Sebagai seorang intelektual seharusnya dia tidak perlu berteriak kesana kemari menyebut pemanggilan Mabes Polri sebagai suatu rekayasa. Apabila ada bukti keterlibatan SBY atas pemanggilan dirinya seharusnya Rizal Ramli mengadakan tuntutan balik terhadap SBY. Mengapa Rizal Ramli tidak menuntut balik ? Jawabnya sudahjelas bahwa dia sama sekali tidak memiliki bukti keterlibatan SBY dalam kasus pemanggilan dirinya. Semua hanya strategi Rizal Ramli untuk memperoleh simpati dan dukungan publik sebagai orang tertindas.

Rencana pemberian gelar DR.HC kepada presiden SBY juga tidak lepas dari komentar sinis Rizal Ramli. Dia menyebutkan bahwa SBY tidak berhak mendapat gelar tersebut dikarenakan SBY tidak memiliki kontribusi dalam IPTEK. Komentar atau sebuah pernyataan serupa selayaknya Rizal Ramli lontarkan terhadap pihak ITB selaku pihak yang mempunyai rencana pemberian gelar DR.HC. Apa sebenarnya latar belakang pemberian gelar DR.HC terhadap presiden SBY. Tetapi sentimen pribadi telah membuat Rizal Ramli salah arah dalam membidikkan anah panah politiknya.

Dari berbagai sikap Rizal Ramli yang penulis sebutkan serta penulis analisa nampak sekali kekerdilan jiwa Rizal Ramli. Hasil survey mayoritas menempatkan SBY di urutan teratas serta Megawati diurutan ke 2. Hal ini menyebabkan kegentaran dan kecemasan yang berlebihan bagi Rizal Ramli. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan reputasi SBY. Tetapi masayarakat semakin sadar dan lebih mampu membaca sesuatu di balik fakta dan perkataan seorang politikus seperti Rizal Ramli. Sehingga masyarakat justru memiliki pandangan bahwa SBY lah sebenarnya yang berhak di sebut pihak teraniaya dan tertindas oleh perlakuan dan kecaman Rizal Ramli yang sering kali tidak disertai data yang akurat.

Posisi SBY sebagai pihak yang tertindas lebih mendekati kebenaran dengan melihat fakta sbb:

1. Tanpa bukti dan data yang akurat Rizal Ramli menuduh SBY sebagai dalang atas pemanggilan dirinya oleh Mabes Polri.
2. Tuduhan bahwa SBY menjegal Rizal Ramli dalam proses pencalonan sebagai Presiden RI juga tidak didasari oleh bukti yang kuat, Rizal Ramli hanya menggunakan naluri seorang politikus bukan seorang negarawan.
3. Komentar atas penganugerahan gelar DR.HC kepada SBY lebih bersifat cibiran bahkan mengarah pada penghinaan terhadap SBY.
Dari sudut strategi pemenangan Capres 2009 SBY tidak akan menjegal Rizal Ramli, karena hal tersebut hanya akan membuang energi bagi pihak SBY. Untuk apa Rizal Ramli dijegal, tanpa dijegalpun perolehan suara Rizal Ramli pada Capres 2009 akan jauh dibawah SBY. Bahkan untuk tanding perolehan suara melawan Megawati dan Yusuf Kala Rizal Ramli tidak akan mampu.


SBY mantan seorang militer, pemetaan kekuatan lawan bukan hal yang baru baginya. pengaturan strategi mencapai kemenangannya hanya akan dilakukan terhadap Capres yang memiliki peringkat tidak jauh darinya. Dalam hal ini penulis berpendapat bahwa Megawati dan PDIP nya yang akan menjadi target utama bagi SBY.

Menyikapi sikap arogansi Rizal Ramli penulis teringat akan perkataan Mario Teguh yang pada intinya bermakna “Jangan engkau mencoba membangun citra dirimu dengan menghancurkan citra orang lain, karena citramulah yang akan hancur pertama kali.”
Akhirnya keputusan ada di tangan rakyat. Siapa yang sebenarnya lebih tepat untuk memimpin negeri ini.

Referensi : Kabar Indonesia

Read more...

4 Imigran Afganistan Masih Dicari

Tim gabungan terus mencari empat imigran gelap asal Afghanistan yang tenggelam di perairan Rokan Hili, Riau. Pencarian difokuskan di sekitar Pulau Halang.

Sejuah ini tim penyelamat sudah menemukan 32 korban, 16 di antaranya meninggal. Korban tewas kebanyakan ditemukan di perairan Sungai Halang dan Kubu. Kondisi korban sangat mengenaskan dan sulit dikenali lagi.

Kecelakaan terjadi, dua hari silam. Kapal yang mengangkut para imigran karam setelah menabrak tiang bubu atau tiang jala di tengah laut. Sebanyak 16 imigran selamat setelah bertahan selama 5 jam di tiang bubu.(ICH)

Referensi : metro tv Read more...

Kapal Perang Malaysia Kembali Memasuki Ambalat

Tarakan: Untuk kesekian kalinya kapal perang Angkatan Laut Malaysia kembali melanggar perairan Indonesia di Ambalat, Kalimantan Timur. KRI Untung Suropati yang sedang berpatroli sempat mengejar kapal perang Malaysia. Seperti dilaporkan reporter Metro TV Lori Singer dari lokasi kejadian, kapal Malaysia bernama KD Baung 3509 itu masuk wilayah Ambalat sekitar pukul 06.00 waktu Indonesia tengah.

Kapal perang Malaysia itu tertangkap radar dalam jarak tiga mil sebelah utara Karang Unarang atau sudah memasuki wilayah Indonesia sekitar tujuh mil. Karang Unarang merupakan mercusuar yang dibangun Indonesia sebagai penanda di wilayah Ambalat. Saat itu Komandan KRI Untung Suropati, Mayor Laut Salim sempat menghubungi lewat kontak radio. Namun, untuk kesekian kalinya kontak radio itu tidak ditanggapi kapal perang Malaysia.

Terakhir kontak radio terjadi pada 25 Mei lalu. Saat kapal perang malaysia masuk Ambalat sekitar empat mil dari Karang Unarang, garis batas yang diklaim Malaysia. Bahkan, kapal milik Malaysia sempat masuk sekitar 12 mil perairan Indonesia. Menurut aturan, kapal asing bisa masuk ke batas negara asing sekitar setengah hingga dua mil.

Tak ayal, sempat terjadi kejar-kejaran selama dua hari antara kapal Malaysia dan Indonesia. Juga terjadi perang di radio pemantau. Setelah KRI Untung Suropati mengklaim bahwa perairan Indonesia mencapai kesepakatan UNCLOS 1982, kapal Malaysia akhirnya mundur dari perairan Indonesia.

Saat mengejar kapal Malaysia hari ini, KRI Untung Suropati dalam posisi siaga. Bahkan, jarak KRI Untung Suropati mencapai 320 meter di belakang kapal Malaysia. KRI Untung Suropati berusaha di samping kapal Malaysia. Kejar-kejaran berlangsung hampir satu setengah jam. Namun, karena kapal Malaysia melakukan manuver zigzag, akibatnya KRI Untung Suropati tak bisa mendekat.

KRI Untung Suropati menggiring kapal Malaysia keluar perairan mendekati daratan Tawau atau sekitar 700 yard dari daratan Tawau. Sampai di sana, KRI Untung Suropati tak bisa mendekat karena sudah masuk wilayah nmalaysia. Sebetulnya, dari sisi kemampuan militer, peralatan KRI Untung Suropati jauh lebih memadai ketimbang kapal Malaysia.

KRI Untung Suropati dilengkapi senjata perang, antara lain senjata atas dan bawah air. Senjata atas air, antara lain, meriam 57 mil yang memiliki jarak jangkau lima mil laut. Sedangkan senjata bawah air ada peluncur terpedo dan peluncur roket, dan senjata antikapal selam. Senjata ini memiliki efektivitas 1-2 mil. Juga ada peluncur undara di kanan-kiri kapal.(DOR)

INDONESIA SIAGAKAN 6 KAPAL DI PERAIRAN AMBALAT

Beberapa kapal Angkatan Laut Malaysia hingga saat ini masih sering melintas wilayah Indonesia di perbatasan Ambalat. Untuk mengantisipasi itu, kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut semakin meningkatkan patroli rutin. Hari ini KRI Untung Suropati akan berangkat dari Dermaga Marundung, Tarakan, untuk berptroli di sekitar Blok Amblat.

Seperti dilaporkan secara langsung oleh reporter Metro TV Lori Singer, KRI Untung Suropati berangkat pukul 10 waktu Indonesia tengah. Meskipun ini bagian dari operasi rutin, tapi operasi bersifat khusus. Operasi akan terus dilakukan sampai masalah Ambalat selesai antara Malaysia-Indonesia.

Cuaca di sekitar Dermaga Marundung mendung berawan dan tergolong normal untuk pelayaran. Di sekitar dermaga ini biasanya terjadi gelombang pasang cukup tinggi, yaitu sekitar lima meter. Dalam sehari biasanya terjadi dua kali gelombang tinggi. Sejauh ini pelayaran normal. Meskipun tidak ada penambahan pasukan, enam kapal tetap disiagakan untuk patroli.

Seperti diberitakan, pada 25-26 Mei lalu kapal milik Angkatan Laut Malasyai sempat memasuki perairan Ambalat sekitar empat mil dari Karang Unarang, garis batas yang diklaim Malaysia. Bahkan, kapal milik Malaysia sempat masuk sekitar 12 mil perairan Indonesia. Menurut aturan, kapal asing bisa masuk ke batas negara asing sekitar setengah hingga dua mil.

Tak ayal, sempat terjadi kejar-kejaran selama dua hari antara kapal Malaysia dan Indonesia. Juga terjadi perang di radio pemantau. Setelah KRI Untung Suropati mengklaim bahwa perairan Indonesia mencapai kesepakatan UNCLOS 1982, kapal Malaysia akhirnya mundur dari perairan Indonesia.

Masuknya kapal Malaysia ke perairan Indonesia juga dibenarkan oleh sejumlah nelayan setempat. Mereka sering mendapat gangguan dari kapal Malaysia. Ketika bertemu kapal Malaysia, mereka mengganti bendera di perahu dengan bendera Malaysia. Setelah bertemu dengan kapal KRI yang berpatroli, mereka kembali mengganti dengan bendera Indonesia.

KRI Untung Suropati yang berpatroli siap berperang. Kapal ini dilengkapi senjata perang, antara lain senjata atas dan bawah air. Senjata atas air, antara lain, meriam 57 milimeter yang memiliki jarak jangkau lima mil laut. Sedangkan senjata bawah air ada peluncur terpedo dan peluncur roket, dan senjata antikapal selam. Senjata ini memiliki efektivitas 1-2 mil. Juga ada peluncur undara di kanan-kiri kapal.(DOR)

ANGKATAN LAUT MALAYSIA SERING MEMASUKI WILAYAH PULAU NIPAH

Angkatan Laut Malaysia kerap memasuki perairan Pulau Nipah, Kepulauan Riau. Bahkan, sepak terjang laskar Negeri Jiran ini dinilai mengganggu nelayan Indonesia yang mencari ikan di sekitar Pulau Nipah.

Perihal masuknya patroli Angkatan Laut Malaysia ini diakui Komandan Kompi Marinir Pulau Nipah Letnan Dua Rudi Suharto. Ironisnya, Rudi mengaku, sejauh ini pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, Pulau Nipah kini cuma dihuni satu kompi pasukan Marinir yang bertugas menjaga Pulau Nipah.

Tingkah laku Malaysia itu berbeda dengan Singapura. Negara tetangga Indonesia telah menyetujui tapal batas kedua negara di segmen barat, yakni di Pulau Nipah, Kota Batam. Sebagai tindak lanjutnya Pemerintah Indonesia mereklamasi pulau yang nyaris tenggelam itu.

Pemerintah Indonesia membangun sejumlah fasilitas umum di pulau yang hanya berjarak lima mil dari Singapura ini. Sikap berbeda ditunjukkan Malaysia. Negara Jiran yang satu ini seakan tak mengakui Pulau Nipah sebagai wilayah kedaulatan Republik Indonesia.(DOR)

Referensi : Metrotvnews.com
Read more...

Daratan Tertua di Bumi Ada di Israel

Ilmuwan Isarel mengklaim dataran tertua di Bumi ada di Gurun Negev yang masih masuk ke wilayah negara tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan batu-batuan yang membentuk daratan tersebut berumur 1,8 juta tahun.

Dengan usia setua itu, daratan luas yang rata, keras, dan kering tersebut mengalahkan rekor yang dicatat daratan di Gurung Nevada, AS. Seperti dilansir situs American Association for the Advancement of Science (AAAS), usianya empat kali lebih tua daripada daratan tertua di Gurun Nevada.

Meski demikian, daratan tertua bukan berarti mengandung material yang juga paling tua di muka Bumi. Banyak batu-batuan yang umurnya jauh lebih tua daripada daratan tersebut.

"Permukaan yang kami temukan mirip sekali dengan daratan luas di Sahara dan gurun-gurun Arabia," kata Ari Matmon dari Universitas Hebrew Jerusalem yang melaporkan hasil penelitiannya dalam GSA Bulletin.

Ia memperkirakan, daratan luas yang datar dan kering itu terbentuk akibat aktivitas tektonik yang lambat. Batuan yang membentuk sangat tahan dari perubahan cuaca sehingga tetap bertahan selama jutaan tahun.

referensi : kompas

Read more...

Mega Tak Miliki Tabungan Berbentuk Dolar AS

JAKARTA - Megawati Soekarnoputri menjadi satu-satunya calon presiden yang tidak memiliki tabungan dalam mata uang dolar. Dua calon presiden lainnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) tercatat memiliki tabungan dalam mata uang Amerika Serikat itu masing-masing USD246.389 dan USD 25.668. Demikian juga dengan ketiga calon wakil presiden. Prabowo Subianto memiliki tabungan dolar sebesar USD7.572.916, Wiranto sebesar USD 378.625 dan Boediono sebanyak USD15.000.

Informasi ini disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai menggelar rapat pleno tertutup penetapan calon presiden dan wakil presiden di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (29/5/2009). Sebelumnya, KPU mengadakan rapat pleno tertutup untuk menetapkan calon presiden dan wakil presiden. Rapat tersebut dimulai sekira pukul 10.00 WIB. Rapat pleno dihadri ketua dan seluruh anggota KPU. Rencananya setelah rapat pleno, KPU akan menggelar jumpa pers untuk mengumumkan capres dan cawapres, sekaligus mempublikasikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari capres dan cawapres tersebut. Menurut anggota KPU Andi Nurpati, rapat pleno dilaksanakan sesuai UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres, yaitu rapat pleno dilakukan satu hari setelah verifikasi administrasi pasangan calon tuntas.Referensi : Okezone
Read more...

PUSTAKA KITA

> MISRIADI BLOG
> OKEZONE
> GAME ONLINE FULLY
> DETIK
> BLOG TARGET
> VIVA NEWS
> DESIGN BLOG
> BIRU BLOG
> LOGO BLOG
> BLOG BASIS BAHASA
> HTML BLOG
> SENIOR BLOG PANUTAN
free counters



website design