Monday, July 27, 2009

PRIORITAS 100 HARI KERJA SBY-BUDIONO

BACA BERITA INI DI BLOG SAYA: http://misriadi.blogspot.com/
Kemarin, Sabtu (25-07-2009) KPU menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai pemenang pemilihan presiden RI 2009-2014 dengan meraih 73 juta suara lebih atau 60% suara sah. Dengan demikian mereka menang cukup dengan satu putaran. Apa langkah selanjutnya? Tentu pasangan terpilih akan menyusun priorotas kerja untuk seratus hari pertama. Berikut copy paste dari inilah.com, karya Ahmad Munjin tentang hal tersebut.

INILAH.COM, Jakarta – Pemerintahan lima tahun mendatang memang bukan barang baru karena capres terpilih adalah incumbent. Namun untuk 100 hari pertama SBY-Boediono diharapkan menurunkan suku bunga pinjaman ke level 10% sebagai target utamanya.

Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Bambang Soesatyo, mengatakan dalam 100 hari pertama SBY-Boediono harus bekerja ekstra cepat menstimulus perekonomian dalam negeri. Menurutnya, target pertama adalah menurunkan suku bunga pinjaman bank dari 13-14% sekarang ini menjadi 10%.

Untuk itu, Bambang menyarankan pemerintah mengambil dua langkah penting. Salah satunya segera berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia untuk merumuskan langkah bersama. “Selain itu, pemerintah wajib memanfaatkan instrumen fiskal untuk menstimulus penurunan suku bunga,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (26/7).

Selain suku bunga, pemerintah juga harus merumuskan program revitalisasi ketahanan ekonomi dengan fokus pada pemberdayaan usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM). “UMKM yang tangguh bisa memulihkan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Michael Watkins, seorang eksekutif percepatan transisi korporasi dalam bukunya, 90 Hari Pertama: Strategi Penting untuk Berhasil bagi Semua Pemimpin di Semua Level, mematok waktu 90 hari sebagai masa kritis transisi kepemimpinan. Memang! Itu karena Watkins berbicara tentang transisi kepemimpinan korporasi.

Menurut Watkins, transisi adalah masa-masa kritis di mana perbedaan sekecil apa pun dalam tindakan bisa berdampak besar akibatnya. Pemimpin, di level mana pun, berada dalam posisi paling rentan pada beberapa bulan pertama di posisi baru karena ia kurang mengetahui secara rinci tantangan yang dihadapi dan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan itu.

Kegagalan menciptakan momentum pada bulan-bulan awal, menurut Watkins, jelas akan membentangkan pertarungan berat pada masa jabatan selanjutnya. Membangun kredibilitas dan meraih sejumlah kemenangan awal akan memberikan titik pijak yang kokoh bagi keberhasilan jangka panjang.

Tentu saja, semua itu tidak berlaku bagi SBY-Boediono. SBY adalah presiden incumbent yang sudah paham seluk-beluk pemerintahan. SBY tinggal melanjutkan dan memodifikasi strateginya. Modifikasi dibutuhkan karena tantangan mengelola pemerintahan lima tahun mendatang jelas berbeda.

Begitu juga Boediono yang telah berpengalaman sebagai Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Gubernur BI. Pengalaman tentu menjadi modal dasar yang baik bagi Boediono untuk membuktikan dirinya lebih baik dari mantan pendamping SBY, yakni Jusuf Kalla.

Bukan mengecilkan kemampuan Boediono, tetapi survei maupun perbincangan makan siang di berbagai kalangan menyatakan pasangan SBY-JK adalah yang terbaik untuk masa lima tahun mendatang.

Bambang Soesatyo kembali mengatakan, pemerintahan lima tahun mendatang bukan pemerintahan baru. Pasalnya capres terpilih adalah incumbent. “Hanya Wapresnya yang baru, serta figur menteri yang mungkin banyak berbeda,” ujarnya.

Karena bukan barang baru, terlalu berlebihan jika publik mengharapkan perubahan signifikan pada style kepemimpinan dan karakter kebijakan pemerintah sepanjang lima tahun periode kedua kepresidenan SBY.

“Kita semua harus jujur dan mengakui telah merasakan gaya kepemimpinan SBY dalam lima tahun terakhir. Silahkan membuat penilaian sendiri-sendiri,” tukas Bambang yang juga Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) itu.

Menurutnya, banyak orang mengatakan pemerintahan periode 2004-2009 diuntungkan oleh progresivitas Wapres Yusuf Kalla. “Berkat kesigapan dan keberanian Kalla, efektivitas pemerintahan terjaga,” timpalnya.

Dengan demikian, tantangan terbesar pemerintah periode 2009-2014 adalah menjaga efektivitas pemerintahan. Bahkan, kalau bisa, lebih kuat dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, memperbaiki kesejahteraan rakyat juga masih menjadi PR utama.

“Potret derajat kesejahteraan rakyat kita bisa dipahami dengan cara menyimak isu tentang pengangguran, rumah tangga miskin (RTM) dan perkembangan konsumsi rumah tangga,” imbuhnya. Meningkatnya pengangguran sejalan dengan turunnya pertumbuhan ekonomi dari kisaran 6% tahun-tahun sebelumnya, menjadi sedikit di atas 4%.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memprediksi pengangguran di Indonesia bertambah 170 ribu hingga 650 ribu orang pada 2009. Ada juga yang memperkirakan jumlah penganggur bertambah sekitar 2 juta orang sepanjang 2009.

“Pokoknya, angka pengangguran tahun ini bakal mencapai 8,5-9% dari total angkatan kerja,” tandasnya. Akibatnya daya beli menjadi anjlok, sehingga konsumsi rumah tangga tahun ini hanya 4,1%.

Sementara itu, jumlah rumah tangga miskin masih tinggi, sekitar 17,1 juta keluarga. Tiga indikator ini menggambarkan ketidaknyamanan hidup puluhan juta warga. “Gabungan masalah ini jelas-jelas menjadi bom waktu,” pungkasnya. [E1]

terkait

Read more...

Friday, July 24, 2009

PRESIDEN PALING SENSITIF SEPANJANG MASA KEPALA NEGARA RI

Mohon maaf bagi pengguna facebook, berita blog saya terkoneksi otomatis ke facebook. Namun jika mau membaca berita ini klik ke blok saya di : http://misriadi.blogspot.com/

Jakarta - Pidato Presiden SBY menanggapi ledakan bom JW Marriott dan Ritz Carlton dinilai sebagai upaya mengkriminalisasikan para pejuang keadilan Pilpres. Mereka yang memperjuangkan agar pilpres berlangsung jujur dan adil seolah-olah dianggap sebagai penjahat yang antinegara dan antidemokrasi. "Penting untuk diketahui presiden bahwa pernyataan beliau terasa sangat memukul kelompok masyarakat yang selama ini aktif melakukan advokasi pelanggaran dan kecurangan pemilu," kata Direktur Lingkar Madani, Ray Ragkuti dalam jumpa pers di Bawaslu, Sabtu (21/7).

Ray Rangkuti menilai, SBY mengarahkan opini publik agar beranggapan bahwa pihak-pihak yang tidak puas terhadap Pilpres adalah pelaku kekerasan yang antidemokrasi, antinegara, dan antipemerintahan. Orang-orang itu berbahaya karena ingin membuat Indonesia serupa Iran yang mengalami kekacauan pascapilpres.

Tindakan SBY ini, menurut Ray, ada kemiripan dengan apa yang dilakukan Soeharto ketika membangun Orde Baru. Saat itu Soeharto juga mengkriminalisasikan para pengkritik pemerintah sebagai pihak yang antipemerintahan dan antinegara. Dan seperti diketahui, Orde Baru kemudian mengarah pada otoritarianisme. "Ada indikasi (sekarang) juga mengarah ke situ," papar mantan Direktur Eksekutif Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini.

Padahal, lanjut Ray, pihak-pihak yang mengadvokasi pelanggaran pemilu itu berjuang demi menegakkan demokrasi. Sebab, setiap pelanggaran pemilu berarti menciderai proses demokrasi. Dan pembiaran kecurangan dan pelanggaran pemilu merupakan awal bagi upaya penggerogotan demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, kecurangan dan pelanggaran ini tidak boleh didiamkan. "Sebab penting untuk diingat bahwa warisan yang paling indah dan amat sangat berguna bagi anak cucu bangsa kita adalah demokrasi," serunya.

SBY Ditipu Bawahannya
Foto yang dipublikasikan Presiden SBY dengan gambar dirinya sebagai sasaran tembak merupakan foto lawas. Foto yang ditunjukkan dalam keterangan pers terkait pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton itu pernah ditunjukkan dalam rapat dengan Komisi I DPR RI sekitar tahun 2004. "Pak SBY ditipu bawahan-bawahannya, gambar-gambar itu pernah dipublikasikan di Komisi I. Itu sudah 5 tahun yang lalu di Komisi I," ungkap mantan anggota Komisi I DPR Permadi.

Namun, Permadi yang menjadi anggota Komisi I DPR pada saat 2004 itu belum sempat menjelaskan siapa mitra Komisi bidang pertahanan, intelijen dan TNI ini yang pernah membeberkan foto tersebut. Sementara mengenai pernyataan SBY yang secara implisit menuding Prabowo Subianto, Permadi menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut. "Terserah Mas Prabowo. Itu diselesaikan baiknya seperti yang Mas Prabowo katakan, yaitu sowan (ke SBY)," kata mantan tokoh senior PDIP yang kini bergabung dengan Partai Gerindra.

Sebagaimana diketahui, dalam keterangan pers 17 Juli lalu, Presiden SBY membeberkan beberapa poto yang ia dapat dari intelijen. Foto tersebut di antaranya foto teroris yang sedang menembak sebuah target yang tidak tergambar jelas, dan sebuah foto gambar SBY dari jarak dekat dengan lobang di pipi sebelah kanan. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menjelaskan 'penembak' SBY sudah ditangkap di Kalimantan Timur pada Mei 2009.

Mega 'Lebih Jantan' Dibanding SBY
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Gatot Swandito mengungkapkan dalam emailnya, bahwa Megawati Soekarnoputri ternyata lebih ‘jantan’ daripada Susilo bambang Yudhoyono (SBY). Paslanya, pada tahun 2003 beredar kabar bahwa Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai presiden RI akan dibunuh. Isu tersebut demikian menguat jika dikaitkan dengan peledakan bom di beberapa daerah di Indonesia. Sebagai orang yang terancam Mega tidak pernah mengomentari isu tersebut, apalagi sebagai presiden, karena akan menunjukkan kelemahannya sebagai pemimpin.

Padahal, bisa saja dia mengungkapkan ancaman tersebut, dengan tujuan menarik simpati rakyat untuk mendukungnya pada Pilpres 2004. Hal yang sangat berbeda justru ditunjukkan oleh SBY. Tahun ini saja sudah tiga kali ia mengeluh karena terancam.

Pertama, lewat isu ABS-nya. Kedua pengakuan bahwa sering mengalami serangan sihir. Terakhr pengakuan ia ia akan dibunuh dengan menunjukkan foto-foto yang berkualitas tinggi dan diambil dengan jarak dekat ia mengadu pada dunia tentang nyawanya yang terancam. “Hal itu menunjukan lemahnya jiwa ksatria yang dimilikinya. Dari reaksi terhadap ancaman terbukti Megawati lebih jantan dari jenderal bintang empat Dr Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkapnya.

Kok Bisa Lolos dari Metal Detector?
Hingga kini masih menjadi tanda tanya besar mengapa bom atau bahan peledak yang dibawa pelaku peledakan bom bisa lolos di Hotel JW Marriott Jakarta. Padahal, pemeriksaan sudah dilakukan secara bertahap, baik di luar hotel maupun ketika masuk hotel.

Video CCTV yang ditayangkan MetroTV memperlihatkan proses pemeriksaan berlapis kepada pelaku bom. Mobil Taksi Pusaka Nuri yang ditumpangi pelaku bom diperiksa secara ketat saat tiba di mulut gerbang hotel itu sekitar pukul 15.00 WIB tanggal 15 Juli 2009 lalu.

Pemeriksaan dengan metal detector dilakukan hingga bawah bagian body mobil. Semua pintu taksi itu juga dibuka untuk diperiksa petugas sekuriti berseragam biru tua. Pemeriksaan selesai, tidak ada benda yang mencurigakan, sehingga taksi diperbolehkan masuk ke halaman lobi hotel.

Turun dari mobil, pelaku diperiksa kembali di pintu metal detector sebelum masuk lobby hotel. Begitu juga barang-barangnya dengan dicek dengan metal detector sebelum dinaikkan ke troli. Setelah lolos dari pemeriksaan itu, pelaku menuju lobby sambil membawa barang bawaannya. (ira/jpc/ika/dtc)

Read more...

Wednesday, July 22, 2009

200 Juta Orang Indonesia vs 2 Orang Malaysia. Siapa yang Menang ?

Malaysia diprediksi akan terus mengganggu kedaulatan Indonesia. Mantan Presiden Soekarno mempunyai firasat yang kurang baik terhadap negara tetangga ini, sehingga beliau tanpa ragu menyerang negara jiran tersebut. Skor sementara yang tercatat di dunia Internasional adalah Malaysia 1, Indonesia 0. Dari mana gol Malaysia ? Skor Malaysia diperoleh pada tahun 2002, berkat gol kemenangan atas perebutan pulau Sipadan dan Ligitan yang telah bertahun-tahun merupakan milik Indonesia. Pertandingan masih berjalan, Malaysia sekali-sekali berusaha menusuk di sekitar wilayah Ambalat, namun Indonesia masih berusaha bertahan, bertahan, dan terus bertahan (belum ada serangan).

Gol Malaysia sebenarnya berbau kontroversial, karena dibantu wasit Mahkamah Internasional (International Court of Justice). Mengulang keberhasilan atas Pulau Sipadan dan Ligitan, Malaysia akan berusaha mencetak gol lagi. Tapi jangan berharap akan ada serangan dari Malaysia. Dia akan mencetak gol lagi melalui keputusan wasit yang bernama Mahkamah Internasional tadi. Makanya, kalau Indonesia tidak sampai kalah 2-0, jangan mau memakai wasit tadi. Hindari!

Hei … Apa hubungannya dengan 200 juta orang Indonesia dengan 2 orang Malaysia ? Ini juga sebenarnya peperangan antara hidup dan mati. Dua orang Malaysia mengobrak-abrik Indonesia, Indonesia kembali frustasi menghadapi 2 orang warga Malaysia yang bernama Dr. Azhari dan Noordin M. Top. Sampai sejauh ini baru Dr. Azhari yang berhasil ditewaskan, namun kerugian nyawa dan harta sudah tidak terhitung jumlahnya. Berapa duit untuk membentuk pasukan Densus 88 ? Berapa nyawa yang sudah tewas kena bom mereka ? Berapa bangunan yang dirontokkan ? Berapa wisatawan yang tidak jadi berkunjung ke Indonesia ?

Banyak yang bertanya-tanya mengapa warga Malaysia tadi melakukan teror di Indonesia ? Kalau sasarannya warga asing, bukankah di Malaysia juga banyak warga asing ? Mungkinkah karena di Malaysia susah mendapatkan ‘pengantin’ (istilah untuk pengebom bunuh diri) ?

Menangkap Noordin M. Top sebenarnya tidak dapat dipercayakan begitu saja kepada Tim Densus 88. Ujung tombak sebenarnya adalah warga dan Ketua RT seluruh Indonesia. Para teroris tersebut sebenarnya tidak hidup di hutan-hutan. Mereka juga hidup normal dengan warga kita. Namun mereka punya ciri-ciri yang semuanya sudah kita ketahui : anti barat, jarang bergaul, sering ada pertemuan malam-malam, dan lain-lain. Para ketua RT seharusnya jeli melihat warga di wilayahnya. Selamat bekerja pak RT.

Read more...

Tuesday, July 21, 2009

Beredar Kabar Nurdin M Top Cs Adalah Intelijen Malaysia !!

Heboh di Internet kini dikatakan bahwa negara Malaysia secara sengaja menyelundupkan teroris ke Indonesia yang terbukti sejak paska reformasi menjadi momok sendiri soal peledakan bom di Indonesia.

Jelas kabar ini belum di ketahui secara pasti, karena isu ini beredar melalui Instant Messanger.

Dalam pesan yang diterima, Minggu (18/7) dini hari yang mulai beredar luas tersebut dikatakan bahwa para otak pelaku bom di BEJ, Bali 1-2 , JW Marriot 1-2, dan Ritz Carlton serta sejumlah ledakan bom di tempat lainnya adalah permainan intelijen pemerintah Malaysia yang secara sengaja dikirimkan ke Indonesia untuk menghancurkan negara RI dan menjatuhkan citra keamanan di Indonesia buruk.

Dalam aksinya kinerja para intelijen tersebut membuat sebuah jaringan yang dalam merekrut para anggotanya di Indonesia menggunakan kata JIHAD.

Soal tuduhan intelijen Malaysia tersebut cukup berlandaskan, bukti jika di telaah, Noordin M Top dan Dr. Azahari adalah warga asal Malaysia yang menjadi otak pelaku pemboman di Indonesia serta Zulkifli yang menjadi pembantu keduanya.

Dan dalam pesan Instant Messanger itu ketiga orang teroris tersebut merupakan intelijen Malaysia yang dekat dengan salah satu raja negara bagian.

Efek dari peledakan bom tersebut, salah satunya kini secara perlahan para wisman lebih sreg ke negeri yang dikatakan satu rumpun tersebut. Read more...

Monday, July 20, 2009

Ramalan Mama Lourent Pasca Bom KUningan 2009

Ramalan Mama Lauren Terbaru 2009 Pasca Ledakan Bom JW Marriott. Beberapa media entertainment menayangkan ramalan Mama Lauren (ML) yang konon sudah "melihat" akan terjadinya ledakan bom JW Marriott. Beliau sudah memprediksi hal ini di tahun 2007! Selain itu di tahun tersebut juga peramal profesional ini yakin hal ini berkaitan dengan terpilihnya Presiden RI untuk kedua kalinya. Secara eksplisit dikatakan bahwa pelaku bom JW Marriott terkait dengan organisasi luar negeri, tapi dia tidak berani mengatakan secara gamblang siapa. Mungkin takut salah :)

Namun demikian, saat saya coba cari ke okezone tapi ga ketemu trus menuju Google, saya temukan blog sahabat yang menuliskan ramalan ML secara lengkap. Sayangnya saya tidak sempat ngecek tanggal berapa dipostingnya. Ternyata di ramalan tahun 2009, penglihatan beliau sedikit terhalang sehingga tragedi bom Ritz Carlton sama sekali tidak disebutkan lagi. Menarik ya :)

Kalau dibaca sampai akhir, ada ramalan paranormal Permadi yang sangat yakin bahwa pemilu 2009 tidak akan terwujud. Yang ini jauh lebih menarik :) Wong sekarang pemilihan sudah selesai dan berjalan lancar. Walaupun Presiden Indonesia 2009 yang terpilih belum dilantik.

Dari hasil wawancara Mama Lauren yang terbaru pasca peledakan bom, hanya sedikit hal yang beliau sampaikan. Malah bikin penasaran karena benar-benar bersifat sangat umum.

RAMALAN MAMA LAUREN:

POLITIK
- Terjadi pergolakan politik besar-besaran
- Dua politisi kawakan tewas terbunuh akibat akumulasi persaingan.

EKONOMI
- Banyak cobaan di sisi properti, pertambangan, perkebunan, penerbangan, perkapalan, dan perminyakan.
- Banyak perusahaan yang gulung tikar dan mem-PHK karyawannya.
- Investor di bisnis properti sebaiknya lebih bersabar.
- Bursa saham akan ditutup di beberapa negara termasuk Indonesia.
- Harga sandang dan pangan juga melonjak naik.

ENTERTAINMENT
- Wabah kawin cerai masih tetap marak.
- Tapi ada dua pasangan yang sudah bercerai akan rujuk kembali.
- Indonesia juga akan kehilangan tujuh bintang terkenal, yakni empat laki-laki dan tiga perempuan. Dua laki-laki dan satu perempuan di antaranya meninggal karena narkoba, dan empat orang lainnya karena sakit.

BENCANA
- Curah hujan terbesar akan terjadi pada Desember 2008 hingga Januari 2009.
- Musim pancaroba akan terjadi pada April dan Mei serta Oktober-November.
- Saat pancaroba ini, bisa terjadi badai dan petir.
- Gempa bumi juga terjadi di sejumlah wilayah yang akan memakan banyak korban jiwa dan materi.
- Juga akan terjadi gunung meletus.
- Waspadai kecelakaan pesawat terbang, kereta api, bus, dan kapal laut.
- Bencana banjir di DKI Jakarta juga tak bisa dielakkan.
- Banjir dan tanah longsor akan terjadi di daerah Jawa Barat.
- Gempa dan tanah longsor juga masih mengintai Sumatera Barat, Tapanuli bagian barat, dan Aceh bagian Barat. Sedangkan air laut yang pasang akan mengalir menuju sungai-sungai di Kalimantan.

Selain Mama Lauren, Paranormal yang juga anggota DPR, Permadi menyampaikan ramalannya di tahun 2009:

POLITIK
- Terjadi kekacauan politik.
- Pemilu 2009 tak akan terwujud.

EKONOMI
- Akan terus mengalami keterpurukan karena keberpihakan pada kepentingan asing.
Read more...

Saturday, July 18, 2009

TAU KENAPA QUICK QOUNT KPU DIHENTIKAN, JAWABANNYA ADALAH SBY CUMA 47%, 2 PUTARAN BAKAL ADA

JAKARTA, KAMIS – Tabulasi SMS KPU di kabarkan berhenti karena suara SBY-Boediono di bawah 50%. Kabar yang beredar melalui SMS itu dianggap Partai Demokrat sebagai upaya dari pihak tertentu yang ingin membuat resah masyarakat yang menunggu hasil final KPU.

“Yang pertama, kalau kita menanggapi hal itu perlu diklarifikasikan dulu. Kalau tidak ada bukti dan yang bersangkutan tidak bisa membuktikan sumbernya, maka saya menduga ada pihak yang ingin membuat resah hasil penghitungan final KPU,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Roy Suryo, Kamis (16/7).

Pakar telematika ini mengatakan, saat ini ada kelemahan sistem yang harus dievaluasi bersama semua pihak yang terkait termasuk KPU dan Bawaslu bersama para tim kampanye kandidat. Seharusnya, tabulasi nasional yang dimiliki KPU itu berdasarkan real count yang meliputi semua titik dan sesuai perjalannya waktu suara.

“Saya menduga ada kemungkinan juga itu benar, tapi perlu dilihat, real count KPU itu tidak mencerminkan keseluruhan dari TPS seluruhnya. Kemungkinan titik yang sudah mengirimkan SMS menjadi titik atau basis dari salah satu kandidat. jadi itu tidak merata dan tidak merepresentasikan suara akhir KPU,” jelasnya.

Roy juga mengimbau agar Masyarakat tidak perlu terganggu dengan rumor atau isu-isu yang tidak jelas. “Sebaiknya kita sama-sama saja menunggu hasil resmi penghitungan manual KPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, tersiar kabar perolehan suara SBY ternyata di bawah 50%. Kabar yang menunjukkan pilpres akan berlangsung dua putaran itu beredar melalui SMS-SMS. Beginilah bunyi SMS itu, “Kenapa tabulasi KPU dihentikan? Info dari YD peneliti IFES, karena dilarang dipublikasikan tabulasi akhir yaitu: SBY-BUDI: 47,32%, MEGA-PRO: 32,15%, JK-WIN: 20,53%.”

Sementara itu, tabulasi nasional KPU per 9 Juli 2009 teklah di tutup. Dari data yang ditayangkan sebanyak 18.908.132 suara, perolehannya adalah Megawati-Prabowo sebanyak 5.402.076 (28.57%), SBY-Boediono sebesar 11.658.098 (61.66%) dan JK-Wiranto sebanyak 1.847.958 (9.77%).

Read more...

PUSTAKA KITA

> MISRIADI BLOG
> OKEZONE
> GAME ONLINE FULLY
> DETIK
> BLOG TARGET
> VIVA NEWS
> DESIGN BLOG
> BIRU BLOG
> LOGO BLOG
> BLOG BASIS BAHASA
> HTML BLOG
> SENIOR BLOG PANUTAN
free counters



website design